Monday, December 25, 2006

di petik dari intro sebuah novel karya Barbara Taylor Bradford, pengarang puisinya entah siapa, it's very inspiring!


"Kenanglah aku di saat aku telah pergi


jauh ke suatu negri yang sunyi


Di saat kau tak dapat lagi meraih tanganku


Di saat aku menoleh tapi tak mungkin kembali


Kenanglah aku di saat kau tak bisa lagi dari hari ke hari


mengungkapkan padaku masa depan yang kau rencanakan


Kau mengerti kau hanya dapat mengenangku


sudah terlambat untuk menyesal atau berharap


Namun andaikata kau terpaksa sesaat melupakanku


dan kemudian kembali terkenang padaku,


jangan bersedih;


Karena jika kegelapan dan rasa dikhianati itu


meninggalkan sesuatu yang pernah berkecamuk di hatimu,


Lebih baik kau lupakan saja sambil tersenyum


Daripada kau terkenang dan merasa sedih"


APA YANG BEGITU MENARIK DARIMU?


apakah karena kau begitu jauh?


apakah karena kau sulit di rengkuh?

Ode Untuk yang Menganggap Sepi sebagai Teman

(untuk Eowyn malang yang akhirnya menemukan cinta)

kau....yang menganggap kesepian sebagai teman

kau....yang menganggap kesendirian sebagai rumah

Bagaimana merengkuh hatimu

Bagaimana memiliki dirimu

Katakan padaku!


masihkah kau peduli pada kesepian itu

masihkah kau pulang ke kesendirian itu

Setelah mengenalku?
atau apakah aku tak berpengaruh apa-apa bagi hidupmu
apakah aku hanya kerikil kecil dalam kesepianmu yang agung
atau apakah aku hanya sebutir debu dalam kesendirianmu yang luas
bisakah kau lupakan kesepian itu dan mencintaiku?
bisakah kau lepaskan kesendirian itu dan hidup bersamaku?
kau...
yang selalu sendiri

Biarlah hilang!

Entah dimana kau sekarang
Entah kau sudah mencintaiku
atau belum
Entahlah...apakah hal itu masih penting?
Kau telah pergi membawa cinta
yang tak pernah kau berikan padaku
Kau telah menghilang membawa serta harapanku
yang ketinggalan zaman

Entah dengan siapa kau sekarang
Entah untuk siapa cintamu
saat ini
Entahlah...apakah aku masih peduli?
Kau sudah pergi tanpa pernah datang
Kau sudah menghilang
sebelum sempat kutemukan

dan memang...
Biarkanlah semua itu hilang selamanya!

What I Heard in The Silence of My Room


sekali lagi ada lagu yang rasanya menyentug (bukan menyentuh -red, untuk tau arti menyentug harus tanya ke orang yg lahir dan besar di kalangan sundanais) hati, here it is....


Loneliness is always looking for a friend
it found me once and it has been around since then

Loneliness is never waiting by the door
it sweep right through and it will never be ignored

Loneliness knows everything I keep inside
my endless thought in the silence of the night

Loneliness is the one who made me see
ain't nobody else who can make a change but me

Patch Adam the movie Poem


aku mencintaimu tanpa tahu bagaimana, kapan dan darimana

aku langsung mencintaimu tanpa keraguan dan kesombongan

aku mencintaimu karena tak ada cara lain



kau terasa begitu dekat samai saat kau pejamkan mata aku tertidur

begitu dekat sampai tanganmu yang ada di dadaku adalah tanganku

Yang kuingat bila kumengingatmu


kau adalah gerbang untuk kesendirianku
kau adalah tonggak dalam kesepianku
Setiap kuingat dirimu
yang kulihat hanyalah lorong kosong
yang harus kulewati langkah demi langkah
sendirian...kedinginan...kesepian
Atau lubang dalam yang hampa
yang harus kuturuni tahap demi tahap
sendirian...kedinginan...kesepian
Atau celah menganga yang beku
yang harus kumasuki ruang demi ruang
sendirian...kedinginan...kesepian
Karena jauh dalam lubuk hatiku
aku tahu waktu yang kuhabiskan untuk memimpikanmu adalah
kesia-siaan

untuk D'LYON yang datang di mimpi 7 tahun lalu

Ada seorang pria mengunjungiku
dalam mimpi tujuh tahun lalu
dia katakan akan mencintaiku
jika saatnya tiba aku kan tahu

Ada seorang pria mendatangiku
mengatakan padaku "Tunggulah aku!"
dengan kacamata dan kaos biru
dalam mimpi tujuh tahun lalu

kini tujuh tahun telah berlalu
sendiriku tetap menanti kamu
yang berkacamata dan berkaus biru
Mempercayainya, "bodohkah aku?"

original version of Chanson du Mal Aime

Mon beau navire o ma memoire
Avons-nous assez navigue
Dans une onde mauvaise a boire
Avons-nous assez divague
De la belle aube au triste soir
Adieu faux amour confondu
Avec la femme qui s'eloigne
Avec celle que j'ai perdu
L'annee dernier en Allemagne
Et que je ne verrai plus

par APOLLINAIRE

Wednesday, December 20, 2006

La Chanson de la Mal Aimee

betapa mengejutkan kadang-kadang, betapa sebuah lagu bisa mewakili isi hati kita, bahkan menggambarkan hidup kita dengan ketepatan yang kita sendiri pun kadang tidak sadar. lagu satu ini contohnya, menggambarkan dengan tepat apa yang selama ini tanpa sadar kurasakan.
judul sebenarnya sich 'because of you' sama ky lagunya Keith Martin yang jadi favorit banyak pasangan jatuh cinta, tapi isinya completly different dan yang jelas lebih masuk akal, untuk di blog ini (aku memasukkannya kesemua blog yang kupunya!) dilabeli dengan judul di atas terinspirasi sama APOLLINAIRE hanya saja ini versi Feminin, yang artinya Senandung Wanita yang Tak Dicintai;

I will not make the same mistake that you did , I will not let myself coz my heart so much misery, I will not break the way you did you've fell so hard, I've learn the hard way to never let it get that far.

because of you...I never stray too far from the sidewalk
because of you...I learn to play on a safe side so I don't get hurt
because of you...I found it's hard to trust not only me but everyone around me, because of you... I am affraid!

I lose my way and it's not too long before you pointed it out, I cannot cry because I know that weakness in your eyes, I'm force to fake a smile a laugh everyday of my life, my heart can possibly break when it wasn't even whole to start with.

I watch you die I heard you cry everynight in your sleep
I was so young you should have known better than to lean on me
You never thought of anyone else you just saw your pain
and now I cry in the middle of the night for the same damn things!

because of you I try my hardest to forget everything
because of you I don't know how to let anyone else in
because of you I am affraid!

SIMBELMYNE


Apa yang benar-benar kumiliki

siapa yang benar-benar kupunyai

Hanya empat dinding bisu

dan satu diary tua

Aku adalah laba-laba terasing

menangis mendengar tawa bahagia burung penyanyi

Tapi aku benar-benar iri


karena mereka tak punya keinginan yang tak pernah terwujud

karena mereka tak punya mimpi yang tak menjadi nyata

Tak sepertiku


Impianku hanya di batas mimpi

harapanku selalu dihempas realita

yang hanya berakhir dengan mati


Tapi, aku bahkan belum punya apa-apa untuk mati

sama seperti aku tak punya apa-apa dalam hidup.

Illusion Poetry


Di senyum terakhir yang kau beri untukku

kau seperti ingin mengatakan

bahwa kau ingin aku bahagia

Di senyum yang selalu ingin kulihat di wajahmu

Kau katakan,

"Bahagialah Ade, berbahagialah bersamanya!"

Tapi itu adalah

senyum terakhirmu

seperti halnya itu adalah senyum pertamamu...padaku

WHAT BECAME OF THE BROKEN HEARTED!


Cinta kita, sayang

bagaikan bunga yang tak tepat waktu

Cinta kita

bersemi jutaan tahun yang lalu

tanpa pupuk tanpa air

diawetkan dalam kebisuan dua hati

menunggu ditebas hingga akar

Tapi tak seorang pun berani

karena memotongnya akan membunuh kau dan aku


Cinta kita

bersemi tak tepat waktu

tanpa daun tanpa akar

di tengah badai musim dingin


Cinta kita, bukan untuk waktu kita

bukan milik masa kita

Biar hilang,

biar terganti,

jangan mati!

Thursday, December 7, 2006

La Fleur de la Pluit

Di luar hujan,
di ruangan warnet ber AC, rasanya dingin ini makin menggigit (kalau dingin punya taring!)
memandang ke luar
hanya ada banner warnet yang dilatarbelakangi rintikan hujan
Saat hujan,
yang tak ingin diingat jadi teringat
yang tak ingin dipikir jadi terpikir
yang tak ingin dirindu jadi mengganggu
selalu
berulang-ulang
yang telah dihilangkan muncul kembali
yang telah dilupakan datang lagi
yang telah dibenci tersenyum manis
kembali luluh
basah menangisinya
dahaga menginginkannya
rindu mengingatnya
Hujan berhenti,
dinginnya masih menggigit (sekali lagi, kalau dingin punya taring!)
wajahmupun menghilang
kerinduanpun menguap
kenanganpun memupus
-Wahai Wajah yang Hanya Datang Saat Hujan-

Sunday, December 3, 2006

The Illusionist

have u heard some dreamer had been dreaming some perfect dream, welll, emang apa salahnya bermimpi? Semua orang juga. Melakukannya maksudku. Bermimpi!
malahan ada yang bilang...all the miracle is begin with dream (gw sich sebenernya yg bilang!), intinya...tanpa mimpi dunia ini bakal kebanyakan pabrik kerupuk, garing maksudnya, huhu!
Misalnya, sah aja khan kalau ada cewek yang bermimpi bisa dijatuh cintai sama the one and only Mark Wahlberg, siapapun mark wahlberg itu. Bahkan kalaupun si gadis itu hanya pernah melihat si akang di felem (ga semuanya malah!), bahkan kalaupun juga si gadis ga pernah denger tentang doi sampai 2 bulan belakangan ini atau malah baru liat sekitar 4 kali seumur hidupnya....well dia bermimpi, jadi sah aja khan? Mimpi memang indah...bermimpi lebih indah lagi, apalagi bila si mas Mark ini rela nempuh perjalanan Boston-Cimahi demi mendekati si ce malang yang bahkan ga tau apa yang bakal terjadi padanya, di mimpi semuanya memang indah walaupun terjadi hal-hal buruk, tp semua bakal beres di akhir kisah...kalo dipikir-pikir mirip cerita sinetron. Tapi, hei sinetron juga kan mimpi, mimpi seorang penulis naskah. Begitu juga felem, ato novel, semuanya berawal dari mimpi si penulis atao sutradara ato screenplay ato apapun dech. Haha...berarti gw ga gila kan dengan bermimpi....(bukan yg mark wahlberg itu!hehe itumah bener2memalukan, hihi) di umur 30, gw udah punya apartemen sendiri, udah nerbitin minimal 3 novel, semuanya best-seller, diadaptasi ke bhs. prancis, inggris and irlandia, tapi tetep menolak untuk diangkat ke layar lebar, karena imajinasi terlalu mahal untuk bisa dibeli para maniak kapitalis hollywood itu. Di tambah udah ngantongin gelar master Litterature Francaise dari l'universite de sorbonne de Paris, plus nguasain bahasa rusia, jepang, mandarin, and korea, disamping fasih ngomong indonesia, sunda, prancis sama english.
HAHA...canggih ya...mimpi gw.
whatever! I'm still unemployee right now, terseok-seok diombang-ambing kekejaman para staff HRD, yang sama sekali ga berpikir kita stress nunggu telfon mereka, mendengar deringan telfon dengan intensitas debaran jantung yang makin cepat. Damn...how could i wish they'll get it for a little...they already had a job. not like me.

Midnight Ode


jangan ragu-ragu
siapapun yang bisa membuatmu tertawa
Ajaklah dia ke ujung pelangi
Buatlah dia bahagia
seperti kau membuatku bahagia
Jangan menunda-nunda
karena setulus hati
aku ingin kau bahagia
Aku tidak bohong
kau benar-benar pernah membuatku bahagia.