have u heard some dreamer had been dreaming some perfect dream, welll, emang apa salahnya bermimpi? Semua orang juga. Melakukannya maksudku. Bermimpi!
malahan ada yang bilang...all the miracle is begin with dream (gw sich sebenernya yg bilang!), intinya...tanpa mimpi dunia ini bakal kebanyakan pabrik kerupuk, garing maksudnya, huhu!
Misalnya, sah aja khan kalau ada cewek yang bermimpi bisa dijatuh cintai sama the one and only Mark Wahlberg, siapapun mark wahlberg itu. Bahkan kalaupun si gadis itu hanya pernah melihat si akang di felem (ga semuanya malah!), bahkan kalaupun juga si gadis ga pernah denger tentang doi sampai 2 bulan belakangan ini atau malah baru liat sekitar 4 kali seumur hidupnya....well dia bermimpi, jadi sah aja khan? Mimpi memang indah...bermimpi lebih indah lagi, apalagi bila si mas Mark ini rela nempuh perjalanan Boston-Cimahi demi mendekati si ce malang yang bahkan ga tau apa yang bakal terjadi padanya, di mimpi semuanya memang indah walaupun terjadi hal-hal buruk, tp semua bakal beres di akhir kisah...kalo dipikir-pikir mirip cerita sinetron. Tapi, hei sinetron juga kan mimpi, mimpi seorang penulis naskah. Begitu juga felem, ato novel, semuanya berawal dari mimpi si penulis atao sutradara ato screenplay ato apapun dech. Haha...berarti gw ga gila kan dengan bermimpi....(bukan yg mark wahlberg itu!hehe itumah bener2memalukan, hihi) di umur 30, gw udah punya apartemen sendiri, udah nerbitin minimal 3 novel, semuanya best-seller, diadaptasi ke bhs. prancis, inggris and irlandia, tapi tetep menolak untuk diangkat ke layar lebar, karena imajinasi terlalu mahal untuk bisa dibeli para maniak kapitalis hollywood itu. Di tambah udah ngantongin gelar master Litterature Francaise dari l'universite de sorbonne de Paris, plus nguasain bahasa rusia, jepang, mandarin, and korea, disamping fasih ngomong indonesia, sunda, prancis sama english.
HAHA...canggih ya...mimpi gw.
whatever! I'm still unemployee right now, terseok-seok diombang-ambing kekejaman para staff HRD, yang sama sekali ga berpikir kita stress nunggu telfon mereka, mendengar deringan telfon dengan intensitas debaran jantung yang makin cepat. Damn...how could i wish they'll get it for a little...they already had a job. not like me.
malahan ada yang bilang...all the miracle is begin with dream (gw sich sebenernya yg bilang!), intinya...tanpa mimpi dunia ini bakal kebanyakan pabrik kerupuk, garing maksudnya, huhu!
Misalnya, sah aja khan kalau ada cewek yang bermimpi bisa dijatuh cintai sama the one and only Mark Wahlberg, siapapun mark wahlberg itu. Bahkan kalaupun si gadis itu hanya pernah melihat si akang di felem (ga semuanya malah!), bahkan kalaupun juga si gadis ga pernah denger tentang doi sampai 2 bulan belakangan ini atau malah baru liat sekitar 4 kali seumur hidupnya....well dia bermimpi, jadi sah aja khan? Mimpi memang indah...bermimpi lebih indah lagi, apalagi bila si mas Mark ini rela nempuh perjalanan Boston-Cimahi demi mendekati si ce malang yang bahkan ga tau apa yang bakal terjadi padanya, di mimpi semuanya memang indah walaupun terjadi hal-hal buruk, tp semua bakal beres di akhir kisah...kalo dipikir-pikir mirip cerita sinetron. Tapi, hei sinetron juga kan mimpi, mimpi seorang penulis naskah. Begitu juga felem, ato novel, semuanya berawal dari mimpi si penulis atao sutradara ato screenplay ato apapun dech. Haha...berarti gw ga gila kan dengan bermimpi....(bukan yg mark wahlberg itu!hehe itumah bener2memalukan, hihi) di umur 30, gw udah punya apartemen sendiri, udah nerbitin minimal 3 novel, semuanya best-seller, diadaptasi ke bhs. prancis, inggris and irlandia, tapi tetep menolak untuk diangkat ke layar lebar, karena imajinasi terlalu mahal untuk bisa dibeli para maniak kapitalis hollywood itu. Di tambah udah ngantongin gelar master Litterature Francaise dari l'universite de sorbonne de Paris, plus nguasain bahasa rusia, jepang, mandarin, and korea, disamping fasih ngomong indonesia, sunda, prancis sama english.
HAHA...canggih ya...mimpi gw.
whatever! I'm still unemployee right now, terseok-seok diombang-ambing kekejaman para staff HRD, yang sama sekali ga berpikir kita stress nunggu telfon mereka, mendengar deringan telfon dengan intensitas debaran jantung yang makin cepat. Damn...how could i wish they'll get it for a little...they already had a job. not like me.
No comments:
Post a Comment